Hari ini, tepat tanggal 9 Desember, seluruh masyarakat dunia memperingati Hari Anti Korupsi, bahkan ada sebagian masyarakat kita yang menyebutnya sebagai Hari Raya untuk pemberantasan korupsi. Berbagai LSM, ormas, bahkan pejabat pemerintahan di daerah maupun pusat beramai-ramai menyampaikan kata- kata,retorika, bahkan mengadakan aksi damai dengan mengerahkan massa untuk menyerukan perang terhadap korupsi. Semua itu sah-sah saja, untuk mempersatukan seluruh elemen bangsa, dan masyarakat dunia untuk bersama-sama memberantas korupsi yang laksana gunung es (kan bersama lebih baik daripada sendiri??)….
Untuk bangsa kita sendiri, bangsa Indonesia, yang namanya korupsi sudah amat sangat mendarah daging sejak jaman kumpeni…Sudah layaknya budaya saja korupsi itu (kalo kata koruptor sih, “hari gini ngga korupsi?mati aje loe”)…Sebenarnya itulah pe-er besar kita untuk bersama-sama meruntuhkan gunung es tindak korupsi itu, bukan hanya membabat permukaan yang tampak saja, tapi hingga ke akar-akarnya (beraaaat sekali per-er nya)…Itulah mimpi kita semua (kecuali mimpi para koruptor, tentu saja).
Semua kata-kata, retorika bahkan aksi massa yang dilakukan untuk memperingati Hari Raya Anti-Korupsi tak akan ada artinya jikalau setelah ini kita tak kembali merenung, menggugah nurani masing-masing untuk menjauhi tindak korupsi apapun bentuknya.…Bukankah sedari kecil kita tahu, mengambil hak orang lain yang bukan milik kita merupakan pebuatan tercela (seperti yang biasa kita baca dan dengar di pelajaran agama dan pendidikan moral itu)?? Selain akan merugikan orang lain, buat apa sih kita menumpuk kekayaan yang tidak pada tempatnya?? Toh nantinya kekayaan itu, tak akan secuil pun kita bawa ke dalam liang lahat..Malaikat penanya kita di alam kubur pun tidak akan mempan kita suap dengan harta kita,apalagi harta hasil korupsi…(Kalo ngga percaya,cobain ajah, hee)..
Mungkin tanpa sadar, kita (termasuk saia) telah lakukan tindak korupsi, baik itu korupsi waktu, korupsi duit, ato apapun, dalam skala kecil. Bukannya saia sok suci, tapi itulah yang coba kita benahi dari diri kita masing-masing tentunya tetap dengan melakukan fungsi survaillance terhadap lingkungan dan tindak korupsi di sekitar kita…Biarlah untuk masalah sistem, yang mempunyai wewenang-lah yang mengaturnya…Bagi kita, rakyat jelata ini, cukup dengan menginstropeksi diri sendiri, untuk menjadi pribadi yang lebih baik…Seperti Aa’ Gym selalu, “mulai dari diri sendiri, mulai dari yang kecil, mulai dari sekarang”
Selamat Hari Raya Anti-Korupsi, semoga mimpi-mimpi kita akan menjadi nyata….Amiinn
♥ Hidup Indonesia Bebas Korupsi ♥
Hari ini, tepat tanggal 9 Desember, seluruh masyarakat dunia memperingati Hari Anti Korupsi, bahkan ada sebagian masyarakat kita yang menyebutnya sebagai Hari Raya untuk pemberantasan korupsi. Berbagai LSM, ormas, bahkan pejabat pemerintahan di daerah maupun pusat beramai-ramai menyampaikan kata- kata,retorika, bahkan mengadakan aksi damai dengan mengerahkan massa untuk menyerukan perang terhadap korupsi. Semua itu sah-sah saja, untuk mempersatukan seluruh elemen bangsa, dan masyarakat dunia untuk bersama-sama memberantas korupsi yang laksana gunung es (kan bersama lebih baik daripada sendiri??)….
Untuk bangsa kita sendiri, bangsa Indonesia,yang namanya korupsi sudah amat sangat mendarah daging sejak jaman kumpeni…sudah layaknya budaya saja korupsi itu (kalo kata koruptor sih, “hari ini ga korupsi?mati aje loe”)…sebenarnya itulah pe-er besar kita untuk bersama-sama meruntuhkan gunung es tindak korupsi itu, bukan hanya membabat permukaan yang tampak saja, tapi hingga ke akar-akarnya (beraaaat sekali per-er nya)…itulah mimpi kita semua (kecuali mimpi para koruptor, tentu saja).
Semua kata-kata, retorika bahkan aksi massa yang dilakukan untuk memperingati Hari Raya Anti-Korupsi tak akan ada artinya jikalau setelah ini kita tak kembali merenung, menggugah nurani masing-masing untuk menjauhi tindak korupsi apapun bentuknya….Bukankah sedari kecil kita tahu, mengambil hak orang lain yang bukan milik kita merupakan pebuatan tercela (seperti yang biasa kita baca dan dengar di pelajaran agama dan pendidikan moral itu)?? selain merugikan orang lain, buat apa kita menumpuk kekayaan yang tidak pada tempatnya?? toh nantinya kekayaan itu, tak akan secuil pun kita bawa ke dalam liang lahat..malaikat penanya kita di alam kubur pun tidak akan mempan kita suap dengan harta kita,apalagi harta hasil korupsi…(kalo ga percaya,cobain aja)..
Mungkin tanpa sadar kita telah lakukan tindak korupsi, baik itu korupsi waktu, duit ato apapun, dalam skala kecil, itulah yang coba kita benahi dari diri kita masing-masing, tetapi tetap dengan melakukan fungsi survaillance terhadap tindak korupsi di sekitar kita…biarlah untuk masalah sistem, yang mempunyai wewenang lah yang mengaturnya…bagi kita, rakyat jelata ini, cukup menginstropeksi diri sendiri, untuk menjadi pribadi yang lebih baik…eperti kata Aa’ Gym, “mulai dari diri sendiri, mulai dari yang kecil, mulai dari sekarang”
Selamat Hari Raya Anti-Korupsi, semoga mimpi-mimpi kita akan menjadi nyata….amiinn
Hidup Indonesia Bebas Korupsi…
Jazakillah mb, tulisannya subhanallah… bagus sekali^^
# maturnuwun…amin,smoga bermanfaat
Oleh: Yulia Ulfah on Desember 9, 2010
at 2:31 am