Daripada keburu kadaluawarsa, saia mo posting tentang travelling saia yang terakhir *maklum, sibuk, hee*
Liburan tahun baru kemaren (tanggal 1 dan 2 Januari) saia bersama kawan-kawan SMA saia ingin berlibur di sekitar Jawa Timur….Cari punya cari, usut punya usut, ketemulah dengan kawasan pantai yang cukup baru di Jember Selatan…Namanya Tanjung Papuma yang bersebelahan dengan pantai Watu Ulo…Papuma sendiri merupakan kepanjangan dari Pasir Putih Malikan…Memang,menurut pengamatan saia, Papuma ini punya pasir putih yang haluuus, dan malikan bertebaran (bebatuan yang bentuknya pipih di sepanjang pantai), pokoknya perpaduan yang unik, sesuai namanya…Tanjung Papuma terletak di Desa Sumberejo, Kecamatan Ambulu, dan Wuluhan…Dari Surabaya memakan waktu skitar 5 jam naek kendaraan pribadi…
Pada tanggal 1 Januari, kami berangkat dari Surabaya menuju Jember skitar pukul 6.30WIB menggunakan mobil sewaan+sopir+bensin untuk 2 hari (biaya skitar 1,3juta)…Rutenya si seperti biasa, melewati Porong-Pasuruan-Probolinggo-Lumajang…Kami sempat berhenti sebentar untuk makan-pagi-setengah-siang dan menunaikan sholat Jumat sebelum masuk Jember…Sesampainya di Rambipuji, Jember, akan ada papan petunjuk menuju Watu Ulo, yang mengharuskan kita mengambil belokan ke kanan, lalu menempuh skitar 37 km menuju Tanjung Papuma, yah,,kira-kira memakan waktu sekitar 1 jam dari kita belok itu…. Akses ke Tanjung Papuma sekarang mudah, tidak perlu memutar lewat Watu Ulo (ditambah dikenakan tiket masuk double)…Sudah terbentang jalan beraspal yang dulunya hutan..Tapi hati-hati, jalannya tidak terlalu lebar untuk dilalui mobil, cukup menanjak, dan berkelok, apalagi kalo malam tidak ada penerangan…So, mending berangkat saat matahari masih bersinar aja de…Setibanya di depan loket pada pukul 14.30WIB, kami dikenakan biaya Rp. 5.000,00/orang dan Rp. 1.000,00/mobil (karena hari libur)….Begitu masuk, Naudzubillah,, penuuuh skali dengan manusia, tampaknya ada acara rutin tahun baruan….Kalo hari biasa mah sepiii…. Akhirnya dengan susah payah, kami mencari tempat parkir dan langsung menuju kantor Perum Perhutani untuk check-in (kami sudah booking penginapan di Papuma jauh-jauh hari)…Tarif penginapan yang dikelola Perum Perhutani ini ada dua, yaitu Rp.150.000,00 dan Rp.300.000,00/kamar. Fasilitasnya terdiri dari: single bed, televisi 14 inch, kamar mandi, AC…Yang membedakan keduanya adalah jumlah bed dan luas ruangan saja…Kami menyewa 2 kamar besar, karena long weekend kami dikenakan tarif Rp. 350.000,00/kamar…
Sesudah check-in dan bersih-bersih diri, kami berjalan-jalan di dekat pantai serta mencari makan untuk malam harinya…Wana wisata ini kan termasuk baru, dan masi belom dikelola seperti layaknya pantai Kuta ato Senggigi, dan pantai terkenal lainnya (itu sebabnya kami memilih berlibur disini,,masi cukup alami!!yang virgin emang lebih oke…heee), jadinya di sepanjang pantai utama, kami hanya menemukan belasan depot atau warung yang menjual seafood, terutama menu ikan bakar…Ada juga yang menjual bakso, mie instan, es degan, maupun kerajinan tangan dari laut (yang terakhir bukan untuk dimakan loh!!)…Setelah memilih satu warung dan memesan ikan segar, kami kembali malam harinya untuk menyantap ikan-ikan bernasib na’as tersebut…hee…Harganya cukup terjangkau ko…Ikan bakar siap santap cuma Rp.35.000,00-40.000,00/kg…Rasanya enak, pokoknya pinter-pinter aja milih ikannya. Harga minuman juga berkisar Rp. 2.000,00-4.000,00/gelas…Enaaaak banget,makan di warung tepi pantai ditemani semilir angin dan bermandikan cahaya bulan…ssssaaaahhh!!! *dangdut banget*
Sepulang makan, kenyang, kami maen Uno sampe larut, trus istirahat de… Keesokan paginya sesudah sholat subuh, skitar pukul 5.30, kami mulai treking, menyusuri pantai…..Sepanjang mata memandang, pantainya sepiii…..Bener-bener kliatan indahnya…Di pantai utama (pantai timur) pasirnya memang putih bersih, lautnya tampak biru-hijau, pertanda bersih dan dalam…Sesekali menjulang karang besar di tengah laut, indah tak bergeming didera debur ombak…Suaranya memukau, indah, namun ada kalanya bikin merinding…Ada beberapa karang besar yang bisa kita capai loh saat air laut sedang surut… Di pantai timur ini masih memungkinkan wisatawan untuk berenang di tepi laut, karena masih dominan pasirnya, tak terlalu banyak karangnya, tapi ombak cukup besar..Jadi, hati-hati saja… Setelah berbagai pose foto dicoba di pantai timur, kami bergerak ke pantai barat (jalan kaki tentu saja)..Sebelumnya kami naik dulu ke atas bukit melalui anak tangga yang tersedia, ternyata di puncak bukit juga ada semacam pendopo yang difungsikan oleh petugas sebagai menara. Perhutani menyebutnya “Sitihinggil”…Subhanallah, dari atas bukit, kita bisa melihat dua pantai sekaligus (timur dan barat)….Indah sekali, kaya di surga sebelah manaa gitu (kaya uda pernah mampir surga ajah)…Hamparan pantai tampak panjaaaang memutar dari atas bukit, masi alami, dengan deburan ombak yang menggelora khas laut selatan…Ini ni hasil rekam gambar saia…
- birunya langit dan laut bertaut di cakrawala
- bermain-main dengan ombak
- indahnya dunia
- (hampir) full team
- pandangan pertama
- sinar mentari di pagi hari
- perpaduan keindahan karang, buih ombak, laut, dan langit, pohon
- view dari atas “Sitihinggil”
- dari atas “Sitihinggil” (lagi)
- tegarnya batu kerang,didera debur ombak lautan
- pantai timur
- bebatuan bukit
- (sok) aksi
- gelora ombak laut selatan
- batu-batunya keren looh…
Di pantai barat, ngga bisa dipake berenang sama skali, karena banyak batu-batu karang dan malikan yang tersebar sejak dari pantai hingga lautan, apalagi ombaknya lebih dahsyat…..Kalo mau nekad berenang, benjol-benjol ato masuk RS, ngga nanggung loh saia… Lelah berjalan-jalan, kami kembali ke peraduan sembari mencari ikan bakar lagi sebagai menu sarapan…Lebih ueenak ternyata kalo pagi, karena ikannya bener-bener masi segar….Nelayan biasanya memang kembali dari laut ketika subuh ato pagi hari….hmm Setelahnya, kami mandi, trus siap-siap pulang de…
Liburan kali ini,menyenangkan….Bisa berlibur di tempat yang belom terlalu diketahui orang banyak, masi alami, yang pasti tidak terlalu menguras kantong…Bener de, coba bandingkan jika kita berlibur ke Bali ato Lombok, padahal panorama yang didapat ngga jauh beda…bisa ko diadu….*kompor*


























