Oleh: ratrihapsari | Agustus 13, 2009

Madakaripura, Another Adventure of Baddockers

Ahhaaaayy……..Awal bulan ini, tepatnya tanggal 1 Agustus, lagi-lagi saia bersama Baddockers mengadakan liburan ke luar kota….Kali ini tujuan kami adalah Madakaripura….

Bagi yang belom tau, Madakaripura adalah sebuah tempat yang menyembunyikan keindahan dan keagungan Tuhan berupa beberapa air terjun yang bagi saia sangat-sangat memukau. Tersembunyi di balik licinnya batu kali, tajamnya batu karang, rimbunnya dedaunan, aliran air sungai dan tirai hujan serta tebing yang licin nan eksotis. Pun, katanyaaa, merupakan tempat bertapa dari Mahapatih Majapahit, Gajah Mada sehingga moksa….*yahuudd ahh,,si Mahapatih milih tempatnya*

Madakaripura terletak di Desa Sapih, Kecamatan Lombang, Probolinggo, Jatim. Dari arah Surabaya, kita bisa mengambil rute Surabaya-Porong-Pasuruan-Probolinggo. Setibanya di rumah makan Ayam Goreng Pak Sholeh di Tongas (setelah rumah makan Rawon Nguling), akan ada belokan ke kanan. Ambil belokan tersebut saja (ada papan penunjuk jalan juga ko), lalu terus ikuti jalan. Nanti akan menemukan papan-papan kecil bertuliskan “Madakaripura” sebagai penunjuk jalan….

Nah, kami ber-11, berkumpul di kampus A Unair, lalu berangkat pada pukul 5.45 WIB (cukup pagi, untuk menghindari kemacetan) dengan 2 buah mobil mampir Sidoarjo dulu karena harus menjemput seorang teman saia (FYI, BBM yang dibutuhkan untuk PP SBY-Probolinggo skitar Rp.100.000,00-Rp.150.000,00/mobil). Setiba di Pasuruan, mampirlah kami di sebuah warung makan karena perut kami keroncongan minta diisi…..

Setelah kenyang mengisi perut, kami pun melanjutkan perjalanan. Bersyukur karena jalanan relatif lancar, kami tiba di Madakaripura pukul 9.45 WIB. Di depan akan ada loket masuk, dimana petugas akan langung menghitung jumlah penumpang di dalam mobil. Biaya tiket masuk Rp.2.500,00/orang (sebaiknya serahkan saja uang pas), lalu biaya parkir Rp.4.000,00/mobil.

Setelah memarkir mobil, kami menyiapkan barang bawaan yang harus dibawa masuk ke lokasi, such as: kamera (pastinya!!), payung/jas hujan, sendal jepit anti-slip, tas plastik untuk melindungi kamera dan barang berharga lainnya agar tak basah. Barang bawaan lainnya, yaitu baju ganti, handphone lebih baik ditinggal di dalem mobil saja (karena ngga ada sinyal bo’, ketimbang basah). Lalu dengan memanfaatkan jasa guide yang tersedia disana dengan tarif Rp.30.000,00-Rp.100.000,00/rombongan, akhirnya petualangan pun dimulai…

Sebenarnya ni ya, dulu sebelom banjir bandang pada tahun 2006, tempat wisata ini memiliki track berupa jalan pavingan untuk pedestrian dari pelataran parkir hingga mendekati air terjun. Tapi sekarang sebagian tlah hancur, sehingga track nya berubah: jalan pavingan-sungai berbatu besar-jalan pavingan begitu seterusnya. Sebenarnya ngga masalah, karena pemandangan disana menyejukkan mata.
Bagi yang blom biasa berpetualang, saia sarankan anda menyiapkan kaki-kaki anda untuk menghadapi track disini. Jika tidak, anda akan mengalami apa yang dinamakan orang Jawa sebagai NJAREM!! Karena kita harus menunggangi kaki kita sejauh kira-kira 1,2 km, ditempuh selama 20-30 menit. Lumayan dengan medan yang terkadang harus membuat kita melompat, memanjat, menuruni, merayapi tembok, bahkan agak ngesot karena terlalu licinnya bebatuan yang dilalui!! Oiya, saia sarankan lagi, jika hendak mengunjungi Madakaripura, sebaiknya pada musim kemarau, karena jika pada musim hujan, selain medan akan lebih berbahaya (semakin licin dan arus sungai menjadi lebih deras), menurut guide, pada pukul 12.00 WIB, tempat ini akan ditutup bagi wisatawan, untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan. Jika sudah terjebak banjir di lokasi air terjun, maka nyawa loh taruhannya!!

Dan ini pula, beberapa pemandangan serta kebesaran Tuhan yang berhasil saia abadikan (walo sdikit nekat,mengorbankan kamera saia untuk berbasah-basahan…hee)

*Jangan lupa lagi lindungi kamera dan barang bawaan anda dengan jas hujan/payung/ masukkan tas plastik*

Sungguh, bukan seperti air terjun biasanya….Perasaan saia bercampur antara kagum, agak merinding, dan entah mengapa-sdikit mistis, hee…Terdapat 2 buah air terjun utama di dalam sebuah ruangan bentukan alam yang menyerupai sumur ato tabung (makanya,ngga lucu kalo, terjebak banjir disini). Air terjun ini tidak terlalu besar, tapi mengalir indah di tebing batu lalu disambut oleh air kolam nan hijau dengan harmoni yang asik untuk didengar (bukan nggerojok keras, seperti di Tawangmangu ato Kakek Bodo). Suara air jatuh nan lembut, diselingi suara berdebam agak keras jika debit air yang jatuh lebih besar. Sungguh senandung alam yang memukau….Subhanallah

Setelah puas bercengkrama, bermain air dan berfoto ria selama hampir 1,5 jam, kami memutuskan untuk kembali, karena kami sudah kuyup dan badan sudah bergetar hebat kedinginan….Track yang sama dengan sewaktu berangkat pun harus kami lalui untuk tiba ke parkiran….

Setibanya di sana, kami mengganti pakaian kami yang basah di dalam toilet yang tersedia di dekat parkiran (bersih, airnya pun menyegarkan). FYI, biar ngga kaget, mobil/motor kita akan dicuci oleh warga skitar yang ada disana tanpa diminta…Lalu mereka akan menarik biaya Rp.15.000,00/mobil (saia kurang tau untuk motor). Ada beberapa wisatawan yang jengkel karena hal ini. Tapi karena kami sudah tau, dan hanya mencoba membantu warga skitar menambah penghasilan, kami pun membayarnya….

Petualangan kali ini pun selese, jika anda ingin melanjutkan ke Bromo, silahkan, karena memang ngga terlalu jauh, skitar 6 km katanya (kami si ngga, karena waktu yang kami punyai terbatas, terlebih lagi duitnya cekak..wekekeke)..

Enjoy it everyone!!

Oleh: ratrihapsari | Agustus 8, 2009

Jatuh Cinta pada Surat Cinta Rendra

Adalah salah satu puisi kesukaan saia….


Surat Cinta


Kutulis surat ini

kala hujan gerimis

bagai bunyi tambur yang gaib,

Dan angin mendesah

mengeluh dan mendesah,

Wahai, dik Narti,

aku cinta kepadamu !



Kutulis surat ini

kala langit menangis

dan dua ekor belibis

bercintaan dalam kolam

bagai dua anak nakal

jenaka dan manis

mengibaskan ekor

serta menggetarkan bulu-bulunya,

Wahai, dik Narti,

kupinang kau menjadi istriku !



Kaki-kaki hujan yang runcing

menyentuhkan ujungnya di bumi,

Kaki-kaki cinta yang tegas

bagai logam berat gemerlapan

menempuh ke muka

dan tak kan kunjung diundurkan



Selusin malaikat

telah turun

di kala hujan gerimis

Di muka kaca jendela

mereka berkaca dan mencuci rambutnya

untuk ke pesta

Wahai, dik Narti

dengan pakaian pengantin yang anggun

bunga-bunga serta keris keramat

aku ingin membimbingmu ke altar

untuk dikawinkan

Aku melamarmu,

Kau tahu dari dulu:

tiada lebih buruk

dan tiada lebih baik

dari yang lain…

penyair dari kehidupan sehari-hari,

orang yang bermula dari kata

kata yang bermula dari

kehidupan, pikir dan rasa



Semangat kehidupan yang kuat

bagai berjuta-juta jarum alit

menusuki kulit langit:

kantong rejeki dan restu wingit

Lalu tumpahlah gerimis

Angin dan cinta

mendesah dalam gerimis.

Semangat cintaku yang kuta

batgai seribu tangan gaib

menyebarkan seribu jaring

menyergap hatimu

yang selalu tersenyum padaku



Engkau adalah putri duyung

tawananku

Putri duyung dengan

suara merdu lembut

bagai angin laut,

mendesahlah bagiku !

Angin mendesah

selalu mendesah

dengan ratapnya yang merdu.

Engkau adalah putri duyung

tergolek lemas

mengejap-ngejapkan matanya yang indah

dalam jaringku

Wahai, putri duyung,

aku menjaringmu

aku melamarmu



Kutulis surat ini

kala hujan gerimis

kerna langit

gadis manja dan manis

menangis minta mainan.

Dua anak lelaki nakal

bersenda gurau dalam selokan

dan langit iri melihatnya

Wahai, Dik Narti

kuingin dikau

menjadi ibu anak-anakku !

W.S. Rendra


Wanita mana yang tak tersentuh dilamar dengan sebuah Surat Cinta yang indah, lugas, nan tegas tanpa keraguan di dalamnya?

Saia saja sebagai wanita yang hanya membacanya-tidak ikut dilamar Rendra-sudah merasa tergetar dan “klepek-klepek”.


Ahh…..Baru 2 hari “si Burung Merak” terbang jauh, sudah merindu pula saia pada kepakannya….

Salam dan hormat saia untukmu wahai Burung Merak…

Kepakan sayapmu akan senantiasa menebar wangi di penjuru sanubari….


Oleh: ratrihapsari | Juli 20, 2009

Ibu Pertiwiku Tercoreng (lagi) Wajahnya

Entah sudah untuk keberapa kalinya…

Ibu Pertiwiku tercoreng wajahnya…

Kali ini, lagi-lagi, oleh ulah mahkluk keji tak bernurani

Anak durhaka, yang tega membunuh saudaranya sendiri, putra-putri Ibu Pertiwi….


Entah apa yang ingin mereka minta dari Ibu Pertiwi…

Entah apa yang ingin mereka lakukan terhadap Ibu Pertiwi…

Tak henti-henti menebar teror di sana-sini…

Berharap tujuan “mulia” mereka tercapai….


Di saat Ibu sedang mendapat sorotan mata dunia…

Atas citra baik yang telah susah payah disandangnya kembali…

Anak-anak durhaka itu pun lalu ingin unjuk diri…

Menyelinap dan menikam Ibu dari balik punggungnya…


Di pagi hari yang seharusnya dipenuhi dengan berbagai asa…

Mereka mencabik tubuh putra-putri serta tamu Ibu Pertiwi yang tak berdosa..

Meluluhlantakkan harga diri Ibu Pertiwiku seketika, sekejap mata…

Menyeringai puas di atas derita saudara-saudaranya…


Entah mereka pernah berpikir atau tidak tentang ini…

Tentang hidup saudaranya, hidup keluarga saudaranya akibat perbuatannya…

Entah mereka pernah berpikir atau tidak tentang ini…

Seandainya dirinya dan keluarganya yang mengalaminya…


Anak-anak durhaka itu…

Apa yang membuat mereka merasa berhak melakukan itu…

Menumpahkan darah saudaranya dan para tamu Ibu..

Dengan aksi sok heroik namun biadab itu…


Pernah kudengar, perintah Tuhan dan dasar agama adalah dalih mereka….

Tuhan siapa, serta dasar agama mana yang memperbolehkan menyakiti sesama…?

Terlebih hingga membuat nyawa yang tak berdosa melayang sia-sia, padahal tak jelas apa dan siapa yang mereka bela…

Hanya iblis neraka yang mampu melakukan itu semua…


Di usianya yang semakin renta, Ibu Pertiwiku masih saja sering berduka…

Oleh berbagai peristiwa yang dilakukan oleh anak-anaknya yang nista

Sampai kapankah Ibu Pertiwiku harus terus menanggung lara…?

Hanya Tuhan yang tahu jawabnya…

-R A H-


nb:

“wahai anak-anak tak tahu malu…

jangan harap kami gentar karenamu…

kami tak mau ikuti maumu…

kami akan semakin kuat oleh itu…”


“wahai anak-anak durhaka…

bersiaplah menyongsong nerakamu….

yang telah dibalut iblis dengan aroma surga…

untuk semua perbuatanmu pada Ibu Pertiwiku…”

Oleh: ratrihapsari | Juli 4, 2009

Proposal Daisakusen…..Love it!!

Yuhhhuuuuu…..

Setelah tepat 2 bulan saia mengabaikan blog saia inih akibat kesibukan di kampus yang tak terkira *alah*, sekarang baru ada hasrat dan “sedikit” waktu luang untuk kembali mencorat-coret halamannya….hihi

Huumm,,postingan kali ini saia hendak berbagi kisah tentang serial Jepang yang baru saja selese saia tuntaskan (baca: tonton)…Judulnya Proposal Daisakusen (bahasa Inggris: Operation Love)…

Pertamanya si saia ngga “ngeh” setiap teman-teman saia membicarakannya….Serial ini sudah cukup lama mereka tonton (uda taoon kapaaaan gitu ko), tetapi karena kepolosan saia tentang serial-serial dari Asia Timur, jadinya saia hanya menjadi kambing congek mendengar mereka bertutur *siigh*…

Akhirnya dengan niat yang tulus, saia bertekad untuk menontonnya di masa senggang saia, wiken lalu….

Kemudian, mulailah saia menonton….Pada episode-episode awal, saia merasa bahwa ceritanya biasa saja, seperti kebanyakan serial Asia Timur lainnya….Tetapi memasuki episode pertengahan hingga akhir, rasanya air mata ini tak kuasa untuk selalu menetes, malah pada beberapa adegan, saia benar-benar menangis sesenggukan…..Perasaan saia seperti tersayat-sayat dengan scalpel *halaaah-halaah*

hahahahaha (untuuung loh nontonnya sendirian, kalo ngga, bisa diketawain orang di sebelah-sebelah saia..)

Gosipnya ni, serial inih mendapatkan penghargaan sebagai drama terbaik di Jepang pada taon 2007 loh….

proposal daisakusen

Pada episode-episode awal, berkisahlah tentang persahabatan 5 orang anak SMA (Kensu, Rei, Mikio, Tsuru dan Eri), 2 diantaranya sudah berteman sejak mereka SD..Mereka adalah Kensu, Rei…Mereka berdua inih tak terpisahkan hingga bangku SMA, bahkan kuliah walau beda fakultas…Ternyata si Rei ini, telah menyukai Kensu sejak SMP, tapi Kensu tak menyadarinya….Bodohnya, Kensu menyadari bahwa dya juga mencintai Rei dan ingin memilikinya, ketika Rei sudah duduk di pelaminan dengan pria yang mempersuntingnya!! *ngga kurang telat tha mas,sadarnyaa?!kemanee aje sih,bang??*

Dan, Kensu mulei berharap seandainya bisa kembali ke masa lalu, dya akan mencoba mengulang kembali adegan-adegan yang penting dalam hidupnya, yang bisa menunjukkan bahwa dya juga mencintai Rei, dan mengubah kenyataan saat ini, agar Rei tak menikah dengan priya lain…Tiba-tiba, di tengah kesedihan mendalam dari seorang Kensu, datanglah seorang “peri” (yaa,,kalo priya-yang-bertampang-kocak bin aneh ini bisa disebut sebagai peri sih…)

“Peri” inih akan memberi Kensu kesempatan untuk kembali ke masa lalu dan mengubah takdirnya,, tapii hanya pada adegan-adegan yang terdapat pada slide-slide foto masa lalu yang ditampilkan pada resepsi pernikahan Rei dan Tada…

Kisah mengenai perjuangan si Kensu ini menurut saia tidak membosankan, diiringi dengan kisah hidup 3 orang teman lainnya serta dibalut dengan kisah yang bertutur tentang kesetiaan, kebodohan, kekonyolan, kekocakan, pengorbanan, persahabatan, kekeluargaan dan adanya prinsip-prinsip serta petuah tentang hidup di dalamnya, maka membuatnya sangat-sangat menyentuh, menarik….Sungguh bisa membuat saia tertawa, manggut-manggut, merenung, berempati hingga tersayat-sayat tadi…hee…Bener-bener menggambarkan nilai-nilai Asia…Ditambah lagi dengan soundtrack-soundtrack nya yang ear-catching…ck,,ck,,ck….hautje sicinping lah, pokoknya!!!haha

Naaahh, kegagalan-kegagalan yang didapat Kensu selama berjuang mengubah kisahnya di masa lalu selalu berakhir dengan kenyataan bahwa dya masi melihat Rei, orang yang dicintainya, tetap nyata duduk sebagai pengantin dari priya lain. Hal ini membuat semangatnya untuk mendapatkan “kembali” Rei, hampir luntur *ato suda luntur?*…

Lalu, apakah Kensu akan tetap berjuang “melewati” kisah hidupnya di masa lampau, dan apakah juga akan berhasil mendapatkan apa yang diimpikannya??

Hanya Tuhan yang tahu…..Ooopss,,maksud saia, hanya anda yang tau jika telah menontonnya…hihi….

Begitulah, “sekilas” tentang serial drama yang baru saja saia tonton….Alur ceritanya yang “bolak-balik” kaya orang-sakit perut-pergi-ke toilet, membuatnya menjadi tidak biasa….Apalagi didukung dengan peran yang dimainkan secara apik dan natural oleh para pemainnya..Sungguh saia rekomendasikan untuk ditonton (bagi yang blom nonton…bagi yang uda,kali-kali ajah mo nonton lagi..hee..).Benerr, rugi de kalo blom nonton!! *kompor mode: on*

FYI, teman-teman saia yang cowo ajah sampai mengharu biru menontonnya….suerr,,ngga bo’ong…Malah mereka loh yang mengompor-kompori saia untuk nonton…..Lha wong saia yang ngga terlalu suka menonton serial drama ajah, suka…hihi…Jadi saia rasa inih memang bukan sekedar serial drama…Banyak hal pula yang bisa diambil di dalamnya…

Oiya,jangan lupa tonton juga Proposal Daisakusen Spesial a.k.a extended…Di sana anda bisa menemukan jawaban dari berbagai hal yang masi tampak “misterius” di versi pertama….

And then,, selamat menontooon yaaah,,smoga terhibur…hee…

Oleh: ratrihapsari | Mei 3, 2009

Aku dan Cinta

Aku hanya ingin belajar tentang cinta….

Cinta yang sesungguhnya cinta…

Sehingga tiba ku untuk berikan cintaku….

Cinta itu tak ‘kan sakiti sesiapapun…

-RAH-

Tulisan Sebelumnya »

Kategori